
Setelah mengevakuasi mobil travel dan truk angkut semen yang terlibat kecelakaan, Satlantas Polres Jembrana melakukan olah TKP, Minggu (18/6). Dipimpin Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Sukadana, polisi juga mengumpulkan bukti di lapangan dengan keterangan saksi.
Dari hasil penyelidikan, didapati mobil minibus Isuzu Elf yang melaju dari arah Denpasar itu terseret hingga 11,5 meter sebelum menabrak truk.
"Mobil dengan kecepatan tinggi dan sempat terguling terseret. Karena itu semua ringsek termasuk atas mobil," terang Kasat Lantas AKP Sukadana di TKP,
Selain itu dalam olah TKP, polisi menemukan STNK mobil dan buku KIR di antara barang-barang di depan. Dari informasi di bodi mobil travel berwarna kuning tersebut diketahui travel Dua Putra Jaya Tour & Ziarah.

Kecelakaan maut rombongan pemudik di Bali ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya
Polisi menyimpulkan kecelakaan ini atas kelalaian sopir. Ada dua sopir bergantian dalam mobil dan semuanya menjadi korban MD. Subagio (50) alias Pak Yok asal Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember saat itu yang menyetir.
Mobil oleng dan terguling hingga akhirnya menabrak truk tronton. Delapan dari 13 penumpang termasuk sopir meninggal dunia akibat kecelakaan maut ini. Tiga di antaranya saat ini masih dirawat di sal D, RSUD Negara.
Tujuh orang meninggal dunia di TKP karena terjepit. Satu meninggal saat dilarikan ke RSUD. Seluruh jasad korban yang dititipkan di kamar Jenazah, Minggu pagi diambil oleh keluarga korban. Bahkan salah seorang Kepala Desa asal korban di Panti Jember, ikut mendatangi RSUD Negara.
Dari data yang dihimpun, sebagian besar penumpang travel S 7485 N berasal dari Desa Kemiri, Kecamatan Panti. Dari keterangan Taufik Hidayat asal desa Kemiri salah satu penumpang yang selamat, mereka naik dari Kerobokan.
Semuanya merupakan pekerja bangunan sebuah hotel di kawasan Peti Tenget Kuta yang hendak mudik berbarengan. "Saat itu saya sedang tidur pak," ujarnya lemas
No comments:
Post a Comment