
Balita perempuan Humaira (3), yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kuning, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (20/6) kemarin, malam ini ditemukan tidak bernyawa. Jenazahnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum.
"Ya, korban ditemukan tim SAR gabungan sekira jam 10 malam tadi ya, dalam kondisi tidak bernyawa," kata Kasi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Octavianto di Samarinda, Rabu (21/6) malam.
"Korban ditemukan mengambang berjarak sekira 50 meter ke arah muara sungai, ke Sungai Mahakam, saat tim melanjutkan upaya penyisiran malam tadi," ujarnya.
Setelah ditemukan, jasad korban lantas dievakuasi tim SAR ke daratan untuk kemudian dibawa ke RSUD IA Moeis, di Jalan HM Rifaddin.
Sebelumnya sedari pagi tadi, pencarian sempat dilakukan hingga 900 meter ke arah hilir muara Sungai Kuning ke Sungai Mahakam. Penyisiran bukan tanpa kendala, lantaran selain bawah permukaan sungai berjarak pandang nol, sungai juga berarus kencang.
"Tidak bisa dilakukan penyelaman. Terlebih lagi, warga menyeburkan di sekitar lokasi, beberapa kali terlihat buaya, yang berisiko membahayakan nyawa kalau dilakukan penyelaman," jelas Octavianto.
"Ada 17 unsur SAR yang terlibat dalam pencarian. Selain Basarnas, Polsekta Pelabuhan Samarinda, Polsek Palaran, Brimob, Tagana dan juga warga. Korban ditemukan, semua unsur SAR kembali ke pos masing-masing," demikian Octavianto.
Diketahui, Humaira dilaporkan hilang Selasa (20/6) sore kemarin, sekira pukul 16.00 Wita. Sebelumnya, dia menemani ayahnya, Ferdian, memperbaiki kapal di sungai. Belakangan, sempat lengah, Ferdian tidak lagi melihat putrinya, yang sudah tercebur dan hilang di sungai
No comments:
Post a Comment